Skip to main content

Posts

Value & Pattern: Fascinated By Abstraction

I was surprised to read that Ben Graham is actually not interested in the details of the company, such as what products they make, and so on. Instead, his concern is in the value of the company: A more abstract concept that is made easier to grasp by accounting numbers. In one occasion, it was said that Ben Graham just looked outside the window and was getting sleepy when an associate gave details of a company. Then, after the end of the brief, Graham just simply said, "But, it is not cheap enough." I find myself in a similar perspective as him. Frankly, I do not really care about what the company is making, about who is managing the company, and myriad other details. Many people, I believe, will find it strange. After all, a common requirement often expected by people hiring an equity analyst (in fundamental department) is that the candidate has strong interest in knowing about companies. They are encouraged to learn everything about the companies and  to put it first ...

Apa Itu EVA (Economic Value Added) / Economic Profit

Secara gamblang, kita tahu kalau tujuan utama perusahaan adalah membuat profit. Tapi apa itu profit? Pertanyaan tadi mungkin mengherankan Anda. Bukankah profit adalah sesuatu yang jelas? Kenyataan seringkali lebih rumit dari yang kita bayangkan. Profit perusahaan yang sering Anda dengar dan baca, dan yang ada di laporan keuangan perusahaan, disebut Net Income, atau Accounting profit. Anda mungkin terkejut kalau bahkan top management tidak mempercayai Net Income sebagai profit. Ada yang lebih setuju mendefinisikan profit sebagai EBIT (Earning before interest and taxes), EBITDA (EBIT before depreciation), atau free cash flow, dan itu juga paling maksimal hanya dipercaya sebagai aturan jempol saja. Saya serius. Dunia bisnis mempunyai banyak jargon, tapi sulit sekali mencari konsensus definisi profit. Padahal membuat profit adalah goal esensial dari bisnis. Accounting, selagi esensial, juga menjadi sumber utama kesalahpahaman dan bad logic.  Di artikel introduksi ini, saya akan ...

GMFI Q3: Finding Solution Through Joint Operations

P erjanjian kerja sama antara Garuda Airlines dengan Sriwijaya & NAM Air memicu kenaikan saham GMFI dan GIAA. Fokus dari media dan analyst berada di perluasan market share, selagi dalam pernyataannya di Bisnis Indonesia, seorang pejabat dalam Kementerian BUMN mengatakan kalau kerja sama ini ditujukan agar Sriwijaya membayar piutangnya. GMFI menghadapi masalah besar, tapi bukan di pangsa pasar. Berbeda dengan perluasan market share yang efeknya langsung dapat dilihat di angka paling populer di kalangan investor, percepatan pembayaran piutang adalah perbaikan yang tidak kelihatan. Investor yang mengira kalau dampak piutang dapat dilihat di Income Statement punya pandangan yang keliru. Satu-satunya cara piutang bisa masuk ke dalam Income Statement kalau piutang itu dinyatakan tidak bisa dibayar. Coba bayangkan kalau Anda jualan tapi pelanggan Anda kebanyakan bayar belakangan. Tentu Anda akan merasa kehilangan, baik itu dijamin dibayar atau tidak. Di dalam publikasi sebel...

Illusions of Acquisition Value

Continued fromPart 1: How to Calculate Acquisition Value Saya kurang tahu mengenai PGAS, dan bukan maksud saya di tulisan ini untuk menilai apakah value addition sekitar Rp 9 T dari manajemen masuk akal atau tidak. Tapi saya ingin memberi sedikit perspektif mengenai konsep franchise value. Franchise value tercipta karena Pertagas ada di tangan manajemen yang lebih baik. Tangan yang lebih baik. Banyak analis yang memberi outlook optimis dari akuisisi dengan alasan kalau akuisisi membuat sales buyer menjadi lebih besar karena pipeline PGAS menjadi lebih panjang dengan ditambahnya pipeline milik Pertagas. Tapi pipeline Pertagas sudah masuk ke dalam harga beli Rp 16,6 T yang dibayar oleh investor PGAS. Jadi bagaimana bisa hanya mengoperasikan pipeline milik Pertagas, yang mana PGAS bayar dengan premium, bisa memperkaya investor PGAS? Beda ceritanya kalau ceritanya pipeline tersebut tidak perlu dioperasikan oleh karyawan Pertagas lagi, cukup oleh karyawan PGAS tanpa penambahan jumlah...

How to Calculate Acquisition Value

Setelah CapEx, akuisisi adalah tipe investasi berikutnya yang menjadi anak emas media masa. Tapi seperti halnya investasi saham kita, tidak semua investasi berhasil. Tapi bagaimana mengetahui apakah suatu investasi dalam bentuk akuisisi bagus untuk shareholder? Saya tidak pintar membaca alasan yang diberikan manajemen untuk akuisisi. Mereka pintar memberikan alasan yang masuk akal dengan menyelipkan keyword sinergi dan semacamnya.  Tapi kita bisa melakukan lebih dari sekedar membaca kutipan manajemen. Kita bisa menghitung nilai dari suatu akuisisi walaupun secara kasar. Dengan demikian, kita bisa tahu seberapa besar premium yang di-charge oleh seller dan menjadi basis apakah nilai sinergi yang diklaim oleh manajemen perusahaan buyer bisa meng-cover premium tersebut dan apakah itu mungkin. Dengan mengetahui jawaban di atas, kita berada di posisi lebih baik untuk mempertimbangkan apakah suatu akuisisi menguntungkan atau merugikan shareholder buyer. Saya tidak membaca Warren ...

Talking About USD/IDR: Why and What’s Next

Mari berbicara sedikit mengenai aspek fundamental USD/IDR. Kalau ada satu hal yang saya yakin mengenai mata uang, yaitu bahwa saya yakin kalau tidak ada teknik valuasi mata uang. Kita tidak tahu nilai ‘intrinsik’ mata uang. Apakah suatu mata uang itu ‘mahal atau murah?’ Tidak ada yang tahu. Saya tahu bank-bank mempunyai model-model kompleks yang diluar akal budi awam untuk mengestimasi ‘nilai wajar’ mata uang suatu negara relatif terhadap mata uang negara lain..tapi teori di balik modelnya jauh dari mencapai konsensus. Apakah rupiah saat ini murah untuk orang AS? Sekarang orang AS bisa menukar dollar untuk rupiah yang lebih banyak dibanding tahun lalu..tapi kenaikan harga barang-barang kita juga lebih tinggi dibanding mereka.  Walau tidak ada teknik yang bisa mengukur nilai wajar suatu mata uang, tapi pemikiran sederhana kalau mata uang bergerak karena uang-uang investor lari dan masuk ke dalam negeri cukup membantu. Setidaknya untuk kasus ini. Indonesia sudah terkenal di mata i...

Palm Oi (BWPT): DMO Ain't Gonna Cut It

Media saat ini gencar memporomosikan peraturan baru Jokowi yang menekankan pemanfaatan CPO sebagai biodiesel (B20). Kalau jadi terlaksana, sebagian kendaraan berat perusahaan harus memakai biodiesel. Sepintas, peraturan ini terlihat manis: Demand CPO domestik meningkat dan ramah lingkungan lagi. Di surat kabar, tampak kalangan analis juga antusias terhadap kebijakan ini. Saya memiliki pendapat lain.  Kenyataannya, harga CPO lebih mahal dari minyak bumi. Harga minyak bumi sekitar USD 70/barel. Harga CPO USD 540/ton. Kira-kira 7 barel beratnya 1 ton, jadi minyak bumi sekitar USD 490/ton. Ini dengan harga CPO yang murah saat ini. Sebastian Sharpe, IR BWPT, menunjukkan kalau harga rata-rata CPO dalam 10 tahun terakhir sebesar USD 800/ton, sedangan minyak bumi hanya USD 500/ton. CPO mahal, minyak bumi lebih murah..banyak. Pertanyaan terpenting kalau pemerintah lanjut menggalakan aturan yang tidak ekonomis ini adalah: Siapa yang menanggung rugi? Pemerintah, pemilik transport,...

THE TALE OF TWO LINES: J RESOURCES ASIA PACIFIC TBK. (PSAB.JK)

K alau ada satu hal dari teknikal analisis betul-betul esensial dan harus diberi pertimbangan kuat tanpa peduli jenis analisa teknikal preferensi Anda, itu adalah trendline. That simple line yang hanya menghubungkan satu pivot dengan pivot lainnya. So simple and yet so powerful.  Namun seringkali kita akan berada di posisi dimana ada lebih dari satu trendline yang bisa ditarik dan memberikan perspektif yang berbeda. Ini contohnya: PSAB memiliki trendline pertama yang hampir membentuk garis horizontal dan mungkin banyak orang tidak menyadari keberadaannya. Tapi setelah Anda lihat, saya yakin Anda akan setuju kalau trendline tersebut penting. Kenapa? Karena market menunjukkan respons yang jelas saat harga menyentuh trendline itu. PSAB saat ini telah menyentuh trendline ini lagi. This is bullish story from a technical point of view. Namun dengan metode yang sama, kita bisa menarik trendline satu lagi baru-baru ini. Trendline kedua memiliki sudut sekitar 45 ° . Kalau...